Kopassus dan PKS

13 04 2013

Okopassus_gultor_parade4-2003leh : Abdul Hakim

Hari-hari belakangan ini di media sering diberitakan terkait penyerangan oknum Kopasus di LP Cebongan Yogyakarta terhadap preman yang dititipkan Polisi pada Lapas tersebut. Beberapa institusi melakukan investigasi mulai dari Kepolisian, DPR, TNI AD dan Komnas. Tidak ketinggalan pula para awak media mengirimkan reporternya untuk ikut investigasi dengan cara mereka bahkan terkadang hasil investigasi para kuli tinta ini lebih akurat dari bentukan Tim lainnya.

Berdasarkan ivestigasi sementara ditemukan bahwa tindakan oknum Kopasus dari Tim Mawar berlatar belakang balas dendam atas kematian rekannya yang ditusuk oleh preman Yogja yang berasal dari wilayah timur Indonesia.

Dengan dalih jiwa korsa akhirnya oknum sebuah tim kecil dari kesatuanKopassus Grup IV ini melakukan pembalasan dendam. Jiwa korsa atau istilah aslinyal’esprit de corps semula diperkenalkan oleh Napoleon Bonaparte biasanya dipraktekkan dalam medan pertempuran. Namun tidak sedikit jiwa korsa ini digunakan juga dalam menghadapi ‘pertempuran’ di kalangan TNI, Kepolisian, Ormas dan Partai (?!)

Menarik jika jiwa korsa ini dikaitkan dengan partaipolitik. Benarkah jiwa korsa itu ada dalam tubuh partai? Jawabannya ; bisa iya bisa tidak. Mengapa demikian? Ini dapat dilihat dari pengkaderan atau ideologi yang dibawa sebuah partai. Misalnya ; islamis, pluralis, pancasilais, nasionalis, nasionalis religius dan sebagainya.

Mari kita ambil satu contoh saja sesuai dengan judul tulisan ini, yakni PKS. Sebuah partai yang lahir pada saat reformasi dan menawarkan sesuatu yang beda dengan partai lainnya. Lahirnya bisa dibilang dari hasil dakwah kampus yang berkembang menjadi fenomenal karena berhasil menjadikannya sebuah partai islam yang terbesar di tanah air. Bagaimanapun ini harus diakui, kecuali bayi yang baru lahir kemarin tidak mengetahui fenomenal ini. Namun partai ini tidak menganggap partai lain sebagai musuh, melainkan bersama-sama membangun bangsa dengan portofolio yang sedikit berbeda.

Berbeda dengan Kopassus, partai ini memiliki semangat ukhuwah sebagaimana disebut dalam Al Qur’an Surat Al Hujurat (10) Innamal mu’minuna ikhwah(sesungguhnya orang-orang mukmin itu bersaudara). Persaudaraan dalam tubuh umat Islam itu seperti satu tubuh, dimana jika sebagian tubuh sakit, maka bagian tubuh lainnya akan merasakan sakit. Artinya Islam itu tidak dibatasi oleh hubungan keluarga, suku, bangsa, warna kulit, status social bahkan partai politik. Inilah kira-kira perbedaan jiwa korsa pada TNI dan Ukhuwah yang ada pada kader PKS.

Namun yang perlu diluruskan adalah jangan hanya karena rasa ukhuwah kemudian kita membela mati-matian partai tanpa memberikan argument yang kuat. Sehingga jangan salahkan jika pembela partai ini sering dituduh taklid terhadap partainya. Namun sebaliknya penuduh sering sekali menyamaratakan semua Lovers PKS adalah seorang Muqalid (orang yang taklid), padahal argumen yang disampaikan berdasarkan logika dan kenyataan sesungguhnya.

Sementara dilain pihak, kebanyakan PKS Heaters adealah orang non partisan bahkan anti Partai Politik dan Golput, dimana posisi mereka adalah hanya menyebarkan opini yang ujung-ujungnya agar rakyat Indonesia tidak ikut dalam Pilkada ataupun Pemilu yang akan datang.

 

*http://politik.kompasiana.com/2013/04/13/kopassus-dan-pks-550671.html


Aksi

Information

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s