PKS, Bubarlah Please!

3 04 2013

jhkOleh Don afrizal.

Uhhh, penatnya sepulang OT tadi malam. Untung company ada provide cab untuk pulang. Taxi di Singapore ni hebat sodara-sodara(hebat dibanding taxi Batam tepatnya), di sini bisa bayar cashless,booking call centre gak harus lewat operator coz dah ada mesin penjawab,ada laporan bulanan (kayak lingkaran cinta PKS aja pake laporan,hehehe),dan so pasti pake argo. Kagak seperti taxi di Batam yang jaraknya hanya sejengkal dari sini, taxi Bluebird yg berargo ampe berdarah-darah baru bisa beroperasi.

Bicara PKS keknya dak da habis-habisnya ya. Jadi ingat bentar lagi PKS mo ulang tahun ke-15. Dulu namanya PK lho. Masih remaja yang lagi labil-labilnya dan lagi mencari jati diri.

Jauh sebelum PK lahir dah ada ibu-nya yaitu Jama’ah Tarbiyah. Jama’ah tarbiyah ni awalnya mereka berkumpul kelompok-kelompok kecil bersembunyi dari incaran aparat. Ingat dulu banyak penceramah-penceramah ber-Islam dengan benar ditahan dengan pasal karet subversif. Jadilah mereka TAPOL. Nah, banyak antara mereka ni di TAPOL kan. Akibatnya, masyarakat anti dengan orang berjanggut, tidak salaman dengan bukan muhrim, jilbab lebar, tamu laki-laki tunggu di luar pintu jika suami tidak ada di rumah, dan hal-hal lain yang masyarakat anggap aneh. Pasal TAPOL jadi 100% benar waktu itu.

Menurut Jama’ah tarbiyah ada 4 tahapan dakwah yang harus dilewati, yakni:
1) mihwar tanzhimi,
2) mihwar sya’bi,
3) mihwar muassasi,
4) mihwar daulah

Tahap 1: mihwar tanzhimi

Di sini adalah tahapan pembentukan individu-individu yang ber-Islam dengan benar. Lalu individu-individu ni bersatu dalam pernikahan membentuk keluarga.

Bisa ditengok hasilnya dengan kader-kader PKS sekarang ni yang istrinya berjilbab lebar. Anak-anak gadisnya menutup aurat. Ada yang anak-anaknya penghapal Al Qur’an kayak ust Az Muzammil. Ada Tifatul Sembiring yang masih gencar-gencarnya nge-blok pornografi. Masih banyak lagi.

Tahap 2: mihwar sya’bi

Di tahap ini, mulai lah bergerak keluar dari keluarga berdakwah ke tetangga. Mengenalkan diri dan berperan serta mendirikan berbagai lembaga sosial kemasyarakatan. Mulai lah didirikan lembaga pendidikan baik berupa bimbel,sekolah-sekolah Islam Terpadu, dan lembaga lain. Kader-kader jama’ah harus aktif di berbagai kegiatan sosial kemasyarakatan.

Dah lihat efeknya sekarang khan, dimana-mana ada banyak lembaga yang melayani masyarakat yang isinya banyak kader PKS tapi terpisah secara kelembagaan dari partai PKS. Tidak setor pada PKS.Mereka setahu saya banyak yang tidak kampanye terang-terangan. Pengen tau yang mana? Tengok ajalah lembaga-lembaga dekat-dekat rumah. Kalo ada yang jilbabnya lebar,laki-lakinya berjanggut, ramah, maka bilang aja ‘Kamu kader PKS ya?’.hehehe.

Tahap 3: mihwar muassasi

Di sini tahapan dakwah kata ibu-nya PK harus mulai ke politik dan merambah ke parlemen.

Dengan bermodal kader-kader yang dah tertabiyah secara individu dan family agaknya memang dah waktu nya kita naik. Jadi ingat kata-kata Anis Matta yang dijuluki Seokarno Muda ‘Saatnya kita naik’.

Intip punya intip kapan ya waktunya, duarr meletup demonstrasi besar-besaran menuntut turunnya Eyang Soeharto. Dimana-mana orang ngomong saatnya reformasi. Orang bebas mau bikin organisasi apapun.

Nah, inilah waktunya kata Hidayat Nurwahid mantan ketua MPR, Nurmahmudi Walikota Depok sekarang yang Berprestasi, dan kawan-kawannya. Maka lahir lah namanya PK yg diketuai Nurmahmudi.

Hasilnya PK bisa mengantarkan kader-kader tarbiyahnya ke parlemen. Nurmahmudi langsung mengundurkan diri dari Presiden PKS ketika diamanahi sebagai Menteri. Budaya  tidak rangkap jabatan yang dilanjutkan tradisi ni seterusnya oleh Presiden PKS selanjutnya.

Dakwah Jama’ah Tarbiyah tidak lagi sembunyi-sembunyi. Perempuan-perempuan berjilbab lebar tidak takut lagi keluar rumah coz takda yg melecehkan ato dipandang aliran sesat lagi. Lingkaran-lingkaran cinta tidak harus lagi masukin sendal sepatu ke kamar kalo lagi asyik masyuk dengan materi tarbiyahnya. Lembaga-lembaga sosial kemasyarakatan makin menjamur.

Artinya tahap-tahap yang sebelumnya makin kenceng menghasilkan output. Tak terbayang kalo anak-anak dari generasi awal kader PK berhasil terbentuk sesuai tahap 1 dan masuk tahap 2. maka pas tahap 3 akan tidak susah mencari Caleg yang diterima masyarakat. Secara mereka bersih, peduli, dan professional.

Tahap 4: mihwar daulah

Dengan mulainya masuk ke politik, mewarnai lembaga legislatif, maka saatnya mewarnai eksekutif. Nilai-nilai Islam harus melembaga secara negara (daulah) melalui kebijakan-kebijakan eksekutif ataupun melalui produk undang-undang legislatif.

Mulai lah ditawarkan kader-kader tarbiyah untuk jadi menteri,gubernur,walikota,bupati,ampe pak RT jika memungkinkan. Maka di mana-mana jika kader PKS yakin mo menyodorkan kader sendiri buat nyalon maka jadilah. jika tidak, pilih dukung yang sejalan visi dan misi untuk Indonesia yang lebih baik.

Mulailah Dr. Nurmahmudi 2 periode jadi Walikota Depok, Aher yang barusan menang gugatan pilkada jadi gubernur Jabar, Prof.Irwan Prayitno jadi gubernur Sumbar, Tifatul Menkominfo, Segaf Al Jufri Mensos, Anton dan Suswono Mentan, dan sederet lainnya.

Berbagai prestasi mereka torehkan, berbagai produk hukum sesuai nilai Islam mereka motori, dan lain-lain. Butuh artikel tersendiri membahas mereka-mereka ni.

Epilog

Logikanya kalo mengikut flowchart di atas. Kader-kader PKS yang menduduki jabatan publik baik anggota DPR, Mentri, dan Kepala daerah mestinya harus lahir dari rahim tarbiyah yang sukses melewati tahapan-tahapan tadi. Kalo seandainya di suatu daerah tidak terdapat kader hasil tahapan tadi, maka biasanya PKS cek rekam jejak mereka. Ini rawan, but resiko jadi partai terbuka yang harapannya bisa merangkul banyak kalangan.

Apakah ada yang bisa lolos dengan saringan ketat tahapan di atas?

Kata seorang komentator di artikelku yang intinya karena ada yang lolos senila bubarlah PKS yang sebelanga susu, kembalilah ke rahim ibu-mu. Bertarbiyah sajalah.

But bukan itu solusinya khan? Bukan PKS-nya yang harus bubar. Lalu reset ke awal. Artinya kemunduran itu.Sistem dengan strategi telah ada, tinggal menyempurnakan lagi dan lagi.

Strategi PKS tidak ditentukan individu, tapi individulah yang akan ikut strategi. Buktinya LHI langsung mengundurkan diri agar strategi PKS tidak terganggu oleh dugaan kasus yang membelitnya.Damage Mechanism yang bagus.

Strategi untuk Indonesia yang lebih baik mudah-mudahan tercapai.

PKS akan bubar dengan sendirinya jika nilai-nilai Islam sudah melembaga di tanah air. Sesuai cita-cita ibu-nya 15 tahun lalu.

Salam 3 besar dari negeri Singa

 

*http://politik.kompasiana.com/2013/04/03/pks-bubarlah-please-547523.html


Aksi

Information

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s