KOBARKAN SEMANGAT INDONESIA by SHOUTUL HAROKAH

5 03 2014

Themesongs Kampanye PKS 2014





Saling Menghormati Selama Bulan Suci Ramadhan

19 07 2013

nachtBy :   Arif Setiawan

Pernyataan salah satu tokoh politik:

  • Kepada non muslim, hargailah muslim yang berpuasa
  • Tetapi lebih penting, kepada yang muslim hargailah juga yang non muslim yang tidak berpuasa (dengan merekomendasikan warung makan tetap buka sepanjang waktu selama Ramadhan diperbolehkan dan oke- oke saja).

Sekilas merupakan hal yang bagus dan sangat bijaksana.

Akan tetapi, sebenarnya rawan konflik dan rawan dosa:

  1. Saat mengatakan Kepada non muslim, hargailah muslim yang berpuasa itu harusnya disampaikan pada saat berbicara di depan non muslim saja.
  2. Saat mengatakan Tetapi lebih penting, kepada yang muslim hargailah juga yang non muslim yang tidak berpuasa. Seharusnya disampaikan pada saat berbicara di depan yang muslim saja.

Apabila tidak, maka akan menimbulkan gesekan antar umat beragama, dapat dijadikan dalil oleh non muslim untuk berbuat semaunya di bulan puasa dan ditanggapi terlalu serius untuk yang muslim dalam menghormati non muslim. Ini terbukti dengan adanya salah satu tempat yang akan menyediakan minuman dan permen  selama bulan puasa. Ini lah pemaknaan yang salah.

Mungkin, salah satu ustadz yang ditanya adakah dalil Kepada non muslim, hargailah muslim yang berpuasa dan saya sangat terkejut bahwa dijawab itu hanya moral dan akhlak tidak ada dalilnya, baru lupa atau kurang membaca qur’an dan hadist.

Padahal dalil al-qur’an sangat kuat, yaitu:

Bagaimana kisah manusia pertama yaitu nabi Adam AS beserta manusia kedua Siti Hawa saat kejadian diturunkannya ke dunia.

Sekarang pertanyaanya:

Siapakah yang telah menggoda manusia pertama yaitu nabi Adam beserta manusia kedua Siti Hawa?

Jawabnya…adalah………….”xxxxx”

Lalu, apabila ada yang menggoda manusia saat berpuasa.

Jawabnya…adalah………….”teman/ sekutu/ golongan dari xxxxx”

Harapan saya, meskipun disediakan makan dan minum bagi non muslim, maka hendaknya tempatnya tersembunyi, jangan sampai mengganggu/ menggoda yang berpuasa. Jangan sampai niat baik kita membuat kita berdosa dan rawan terjadinya konflik.

Semoga hal ini juga dilakukan di luar sana dimana warung terang- terangan buka.

Rekomendasi untuk MUI, Pimpinan Pusat Muhammadiyah, Pimpinan Pusat NU, Pimpinan Pusat  PKS, dan ormas islam maupun non islam lain (yang non islam perlu, karena dalil tentang tidak mengganggu umat lain (kisah nabi Adam) sudah ada di kitab manapun, jauh sebelum Al-qur’an diturunkan):

  1. Mengeluarkan fatwa bahwa membuka warung makan selama jadwal puasa Ramadhan adalah haram, kecuali dapat menyembunyikan/ menyamarkan dagangannya dan tidak mengganggu yang sedang berpuasa. Termasuk kepada pegawai yang turut membantu menyediakan.
  2. Mengeluarkan fatwa bahwa menggunakan dalil agama untuk berpolitik adalah haram,kecuali dalil agama disampaikan dengan sebenarnya dan tanpa embel- embel politik serta yang menyampaikan sudah paham betul tentang ilmunya.

Yang sedikit ini semoga ada manfaatnya.

Wallahu A’lam Bishawab

Sumber: http://www.dakwatuna.com/





Orang yang Merugi di Bulan Ramadhan

18 07 2013

images (6)Oleh; Ahmad Dzaki MA

Dalam sebuah hadis yang diriwayatkan Imam Ahmad, ketika Rasulullah SAW akan menaiki mimbar untuk khutbah Jum’at, pada anak tangga pertama beliau mengucapkan amin, ketika naik pada anak tangga kedua beliau juga mengucapkan amin, begitu juga pada anak tangga ketiga beliau mengucapkan amin.

Setelah selesai shalat, para sahabat kemudian bertanya, ”Wahai Rasulullah, mengapa engkau mengucapkan amin pada anak tangga pertama sampai ketiga tadi?”

Rasulullah SAW menjawab, “Pada anak tangga pertama aku mengucapkan amin, karena malaikat Jibril membisikkan kepada ku, celakalah dan merugilah orang yang ketika disebut namamu wahai Muhammad, dia tidak bershalawat kepadamu , kemudian pada anak tangga kedua, aku mengucapkan amin, karena malaikat Jibril membisikkan kepadaku, celakalah dan merugilah orang yang tinggal bersama kedua orang tuanya tapi tidak membuatnya masuk surga, dan pada anak tangga ketiga aku mengucapkan amin, karena malaikat Jibril membisikkan kepadaku, celakalah dan merugilah orang yang melaksanakan ibadah shaum di bulan Ramadhan, tapi Allah tidak mengampuni dosa-dosanya.”

Dari hadis di atas dapat kita lihat ada tiga golongan manusia yang celaka dan merugi, yaitu, pertama orang yang apabila disebut nama Nabi Muhammad SAW, tidak membaca shalawat.

Seyogianya umat Islam selalu mencintai Rasulullah SAW yang menjadi panutan hidup, dan setiap kali disebut nama beliau, maka sebagai bentuk rasa cinta dan ta’dzim, kita bershalawat kepadanya “Allahumma shalli wa sallim alaih”.

Kedua, orang yang tinggal bersama orang tuanya tapi tidak membuatnya masuk surga. Kewajiban seorang anak adalah ta’at dan patuh kepada kedua orang tua, menyayangi, menghargai dan merawatnya ketika sudah tua.

Berapa banyak yang tinggal bersama orang tua, tapi mereka tidak dirawat, tidak diperhatikan, bahkan  ada yang dimasukkan ke panti jompo. Sang anak keberatan tinggal dengan orang tuanya yang sudah tua renta. Mereka dianggap menyusahkan, membuat repot, menyita banyak waktu dan alasan-alasan lainnya.

Orang seperti ini, akan sangat merugi. Seharusnya dengan merawat orang tuanya yang sudah tua dan menyayangi mereka, akan membawa sang anak masuk surga. Malah sebaliknya, dia tidak masuk surga karena menelantarkan kedua orang tuanya. Naudzubillah.

Ketiga, adalah golongan orang yang melaksanakan ibadah shaum di bulan Ramadhan tapi Allah SWT tidak mengampuni dosa-dosanya.

Sebagai manusia biasa, tentu kita banyak melakukan perbuatan dosa. Mata kita pernah berbuat dosa, telinga kita pernah berbuat dosa, hidung kita pernah berbuat dosa, mulut kita pernah berbuat dosa, tangan kita pernah berbuat dosa, kaki kita pernah berbuat dosa dan seterusnya.

Pada bulan suci Ramadhan ini, kita mendapatkan kesempatan untuk bertaubat kepada Allah SWT, meminta ampun kepadaNya agar dosa-dosa kita diampuni dan taubat kita diterima.

Kesempatan ini tidak boleh disia-siakan. Mari kita laksanakan seluruh ibadah di bulan suci ini dengan sebaik-baiknya, melaksanakan shaum dengan sebaik-baiknya, shalat taraweh dengan seikhlas-ikhlas nya, membayar zakat dan lain sebagainya.

Semoga Ramadhan tahun ini, kita bisa lebih baik. Semoga Allah mengampuni dosa-dosa kita dan menjadikan kita sebagai hambaNya yang shaleh, yang akan keluar sebagai pemenang. Amin ya rabbal alamin.Wallahu ‘alam bish shawab.

 

Sumber: http://www.republika.co.id/





By TheAbsenceOfJustice @Fahrihamzah: “Demi Allah…. Biar yang Asli Bertahan dan yang Palsu Musnah Terbakar”

18 07 2013

images (5)‏Aku dipeluk dingin…mendengarkan kicau burung kecil menari di punggung ranting…tepat sedepa di balik jendela..

Sumbawa, tempat ku menarik nafas pertama, menyusu dan tumbuh menjadi perkasa adalah tanah pusaka kami…

Di sini orang2 dilatih menjadi keras…seperti batu cadas…pendirian adalah hal yang mahal… kebenaran harga mati..

Di sini, kami diajar saling tatap dan mengucap semua pendapat secara tepat tanpa sayap…pahit manis soal kemudian…

Ibuku perempuan berani, perempuan merdeka…laki2 bukan hirarki…mereka pasangan…

Dan berkali aku saksikan ibuku berpendirian keras di depan lelaki…di depan siapapun…

Dan yang kupelajari dari abah adalah bagaimana menghadapi ketegangan hidup dengan senda gurau akal sehat…

ALHAMDULILLAH Allah karuniai keduanya umur panjang… mendekati 80 masih penuh canda dan tawa…

ALLAH KARUNIAKANKU Tanah yang memberiku makan…waktu yang memberiku kesempatan dan masyarakat yg mendidikku..
Aku takkan berhenti menjadi diriku sendiri sampai aku mati…dan aku ingin mati sebagai aku…
Pertemuanku dengan ribuan masyarakat bebwrapa hari ini mengkonfirmasi bahwa pendirianku benar…
Bahwa aku tidak boleh berhenti bersuara keras kalau aku yakin benar…dan jangan takut minta maaf kalau aku salah..
Yang haram adalah terjebak dalam mediokrasi dan ketidakjelasan sikap…kata orang jawa…pagi kedelai sore tempe…
Memang saya menemukan sebagian anak bangsa yang kurang kuat memegang pendiriannya… ini musuhku…musuh kemajuan..
Indonesia takkan maju di tangan orang2 yang tidak punya pendirian…indonesia layu di tangan peminpin bimbang..
Dan aku anak Sumbawa anak desa…anak dari ujung timur nusantara…anak tambora…akan meletuskan magma…
Aku tak peduli siapa yang terbakar…demi Allah…biar yang asli bertahan dan yang palsu musnah terbakar…kata bung karno.
Indonesia memerlukan kesadaran kembali setingkat bencana massal atau setingkat revolusi besar…
Indonesia memerlukan narasi besar setara kemerdekaan yang akan membongkar kesadaran kita yang palsu..
Narasi..seperti lava…dari letusan gunung tambora 1815 (10 April) yang menjalar memusnahkan dan memadamkan benua lain..
Indonesia memerlukan dentuman besar yang membangkitkan orang2 yang sedang sibuk dengan dirinya..dlm ritual yg egois…
Indonesia memerlukan pemimpinnya…siapakah dia? Aku mencari seorang di antara kita……..




Tausiyah Ustad Tifatul Sembiring : Efek jauh dari Al-Qur’an

18 07 2013

Tifatul-SembiringOleh : Ust. Tifatul Sembiring

“Barangsiapa yang berpaling dari peringatanKu (Al-Qur’an), maka baginya rezeki yang sempit. Dan di hari kiamat dia akan didatangkan dalam keadaan buta” QS Thaha: 124.

Al-Qur’an adalah pegangan hidup setiap muslim, petunjuk jalan agar tidak tersesat dalam mengarungi bahtera kehidupan. Jika kita mempedomaninya, tentu akan diberkahi penuh keselamatan. Dan jika kita berpaling darinya, maka tentu akan ditimpa oleh berbagai bencana.

Hal ini sudah merupakan ketetapan Allah swt: “Sungguh telah berlaku sunnah (ketentuan) Allah, atas orang-orang sebelum kalian, maka berjalanlah kalian di muka bumi ini- dan saksikanlah- bagaimana akibat yang menimpa orang-orang yang mendustakannya (mengingkari Al-Qur’an)”.

Bencana-bencana yang akan datang jika jauh dari Al-Qur’an:

Pertama, bencana Moral; Apabila seseorang tidak berpedoman kepada kitabullah Al-Qur’an, maka tentu dia akan mengikuti hawa nafsunya. Dan apabila banyak orang yang berlaku demikian, maka tentu akan terjadi bencana moral di masyarakat. Karena moral seorang muslim tentu dibentuk atas dasar petunjuk dari Al-Qur’an.

Kedua, bencana Fisik; hal ini diungkapkan Allah swt dalam surat Al-A’raaf ayat 96: “Akan tetapi mereka mendustakan ayat-ayat Kami, maka Kami azab mereka akibat kedustaan mereka”. Kepada kaum-kaum penentang sebelumnya, Allah swt telah menurunkan azab, gelombang seperti tsunami terhadap kaum nabi Nuh as., hujan batu yang menimpa kaum Nabi Luth as karena menganut homo seks, Fir’aun yang ditenggelamkan karena menentang Musa as, dan tentunya tengoklah apa yang menimpa para penentang Nabi Muhammad saw, seperti Abu Jahal, Abu Lahab, Umayyah bin Khalaf, Musailamah Alkadzzab dll.

Ketiga, bencana Ekonomi; kata ma’isyatan dhanka dalam surat Thaha : 124 diatas bermakna mata pencaharian yang sempit. Rezeki akan susah, tekanan ekonomi semakin berat, lantaran mereka jauh dari Al-Qur’an.

Keempat, bencana Sosial; Manakala kaum muslimin jauh dari Al-Qur’an, tentu hubungan ukhuwwah sesama muslim tidak akan baik. Hubungan dengan tetangga, hubungan-hubungan sosial akan rusak. Hal ini merupakan bibit-bibit perpecahan ummat bahkan perpecahan bangsa. Jika ini terjadi, tentu merupakan bencana sosial bagi kita semua.

Kelima, bencana Keimanan; Kerusakan iman kaum muslimin akan menjadi sasaran akhir jauhnya mereka dari pedoman hidup Al-Qur’an. Karena tidak faham Al-Qur’an, sehingga mereka tidak mengerti: mengapa harus mengerjakan sholat, mengapa harus puasa, mengapa harus zakat, haji dst. Lama-lama tentu keimanannya akan tergerus dan mulai bertanya, mengapa kita harus beriman?. Nau’dzubillahi min dzalik.

Mendengar suara elang bernyanyi
Membuat cemas si induk ayam
Mendengar suara orang mengaji
Membuat hati merasa tenteram.

 

Sumber: http://ramadhan.antaranews.com/berita/385830/efek-jauh-dari-al-quran





Nah loh, Presiden Transisi Mesir Mengurdurkan Diri

14 07 2013

adly mansurBy. Masykur A. Baddal

Perkembangan situasi keamanan dan politik Mesir saat ini, nampaknya kian hari  semakin tidak menentu. Keadaan dapat saja berubah drastis hanya dalam waktu beberapa detik saja. Belum lagi serbuan massa pro Mursi dari berbagai propinsi yang jumlahnya jutaan manusia, kian memadati berbagai lapangan yang ada di tengah kota Cairo, semakin membuat negeri Cleopatra tersebut serba tidak menentu.

Pernyataan kontroversial pimpinan militer Mesir jenderal Al-Sisi beberapa waktu yang lalu, yang ingin menghapus negara Israel, jika Amerika melakukan intervensi militer ke negeri tersebut. Nampaknya berbalas dengan pernyataan yang tidak kalah panasnya oleh Amerika. Melalui Duta Besarnya di Cairo Ann Peterson, Amerika meminta penguasa militer Mesir untuk segera melapaskan Presiden Mursi, yang hingga saat ini belum diketahui keberadaannya secara pasti, sebagaimana yang dirilis oleh CNN Arabia (13/7/2013).

Selanjutnya, berita yang tidak kalah menghebohkan adalah, sekitar informasi pengajuan pengunduran diri oleh Presiden Transisi Mesir Adly Mansour kepada penguasa militer Mesir yaitu jenderal Al-Sisi. Namun, pengunduran diri tersebut ditolak mentah-mentah oleh jenderal Al-Sisi, dan ia meminta supaya Adly Mansour tetap bertahan di posisinya sebagai Presiden Transisi negeri kinanah itu.

Berita heboh tersebut diturunkan oleh kantor berita Leil Wan Nahar Mesir pada tanggal 14/7/2013. Menurut informasi yang bersumber dari kantor berita itu, Adly Mansour telah mengajukan pengunduran dirinya beberapa hari yang lalu, yaitu paska pembantaian berdarah Garda Republik yang hingga kini telah menewaskan 103 orang, serta ribuan lainnya luka-luka. Akan tetapi Al-Sisi tidak menanggapinya.

Adapun alasan lain mengapa Adly Mansour sampai nekad mengajukan surat pengunduran dirinya adalah, karena selama menjabat sebagai Presiden Transisi Mesir, penguasa militer negeri itu jarang mengikut sertakannya dalam berbagai pembahasan penting menyangkut krisis yang sedang dihadapi oleh negeri tersebut. Begitu juga, dalam beberapa pertemuan penting dengan para pemimpin negara teluk, ia tidak pernah diikut sertakan. Padahal dia adalah Presiden Resmi  negeri Mesir saat ini. Yang akhirnya  membuatnya geram, serta nekad mengajukan surat pengunduran diri sebagai Presiden Transisi negeri piramida tersebut.

 

Sumber: http://luar-negeri.kompasiana.com/2013/07/14/nah-loh-presiden-transisi-mesir-mengurdurkan-diri-576613.html





PKS Desa Besito mengisi Ramadhan dengan Pelatihan Reparasi Lampu PLC

13 07 2013

PelatihanDalam mengisi bulan suci Ramadhan,  Bidang Kewirausahaan Ranting Partai Keadilan Sejahtera (PKS) desa Besito Kecamatan Gebog Kabupaten Kudus, mengadakan kegiatan Pelatihan Merakit dan Memperbaiki Lampu Hemat Energi/PLC/ Lampu Jari untuk umum. Kegiatan yang dilakukan pada tanggal 13 Juli 2013, bertempat di sekretariat Kelompok Bina Usaha (KBU) Dadi Makmur Kudus dimulai pukul 20.30 WIB setelah sholat Tarawih dan berakhir pukul 23.00 WIB.

Walaupun dilakukan pada malam hari, tidak mengurangi antusias peserta  untuk mengikuti pelatihan ini. Hal ini terbukti dengan adanya beberapa peserta yang berasal dari desa di sekitar desa Besito. Karena terbatasnya sarana dan prasarana, panitia semula hanya membatasi untuk 7 orang saja, peserta bertambah menjadi 15 orang peserta. Kantor Sekretariat KBU yg terletak di Jalan Besito-Gondosari Kudus, itu tidak dapat menampung semua peserta. Sehingga ada beberapa peserta yang terpaksa di luar ruangan. Dengan Tutor Pelatihan tersebut adalah Bapak Muchammad Lelono dan Bapak Arifianto yang juga kebetulan pengurus PKS Cabang Gebog.

Menurut salah satu panitia kegiatan ini adalah sebagai wujud cinta, kerja, dan harmoni  Partai Keadilan Sejahtera, mengisi bulan Suci Ramadhan dengan  memberikan bekal ketrampilan kewirausahaan pada masyarakat di bidang elektronika, terutama dalam merakita dan memperbaiki lampu PLC. Dan diharapkan juga dengan adanya pelatihan ini akan akan bisa menambah income keluarga, atau paling tidak dengan bisa merakit dan memperbaiki lampu PLC bisa lebih menghemat pengeluaran karena bisa dilakukan sendiri.

Peserta pelatihan yang sebagian besar adalah masyarakat umum, merasa puas  dengan pelaksanaan pelatihan ketrampilan oleh PKS. Mereka mengharapkan juga diadakannya pelatihan ketrampilan yang lain. Menanggapi permintaan masyarakat,  Pengurus Ranting PKS Desa Besito berjanji Insya Allah di waktu yang akan datang akan  mengadakan Pelatihan Ketrampilan lagi yang akan disesuaikan dengan kebutuhan dan kondisi masyarakat. (Achim)