Pembelajaran Demokrasi Dari PKS

21 03 2013

ImageBersyukurlah bangsa Indonesia karena memiliki PKS. Sebuah partai yang berdiri pasca reformasi 1998.Partai Islam inklusif ini telah turut berkontribusi untuk tumbuh kembangnya demokrasi di Indonesia.Partai yang didominasi oleh anak -anak muda muslim terdidik telah menghasilkan sebuah tayangan ‘demokrasi’ yang memukau.Dalam perjalanannya selama 15 tahun  sejak berdirinya ternyata PKS yang dulu bernama Partai Keadilan itu telah memperagakan sebuah demokrasi yang menawan. Kenapa tidak , setiap suksesi kepemimpinan untuk memilih Presiden Partai, tak pernah ribut -ribut, apalagi sampai berdarah -darah. Dari sudut pandang demokrasi, PKS dianggap partai yang paling berhasil mereduksi konflik internal, kalau tidak mau menyebut tidak pernah ada konflik  karena perebutan ‘tahta’ kekuasaan di partai. Sejak era Nurmahmudi Ismail, Hidayat Nurwahid, Tifatul Sembiring, Lutfi Hasan Ishak , hingga Anis Matta tidak pernah terjadi baku hantam, tidak ada faksi -faksi yang selalu membuat gaduh dalam acara pemilihan pengurus baru.

Kalau begitu PKS hanya ditentukan oleh Majelis Syuro? .  Tidak juga. Penentuan Presiden Partai tidak berarti Ketua Majelis Syuro punya kewenangan absolute untuk menentukan sang penerus.  Majelis Syuro bersikap realistis berdasarkan pemilihan internal  di tingkat kader yang disebut Pemilu Raya yang sifatnya juga luber jurdil. Hal ini dilakukan jauh -jauh hari sebelum Munas digelar. Jadi pada saat pelaksanaan Munas hanyalah bersifat pengukuhan saja, karena calon -calon yang muncul sudah kelihatan rekam jejak di partai jauh -jauh hari. Jadi jangan harap simpatisan yang baru bergabung dengan kekuatan finansialnya bisa masuk kandidat Presiden Partai. Disinilah kelebihan parai dakwah ini untuk menyeleksi nama -nama yang muncul berdasar tingkat militansinya dan pembelaannya kepada partai. Dengan cara ini PKS berhasil membentengi diri dari ‘kutu loncat ‘ yang tidak memahami visi dan misi partai. Dan ditengah fenomena muncurlnyab ‘ pasar loak politik’ , nama -nama besar dibeberapa partai tengah menjual diri   untuk menyebrang ke partai lain, PKS tak terlalu tergelitik untuk membeli nama-nama di pasar loak politik. PKS konsisten untuk benar -benar mengutamakan  kader -kader terbina.

Menjelang pemilihan ? Tidak ada kampanye yang saling ganjal mengganjal. Tidak ada black champagne, tidak ada selebaran yang saling menjatuhkan.Sebab para kandidat tidak diperkenankan untuk berkampanye.Dengan mekanisme seperti ini ternyata dampaknya luar biasa. Efisiensi dan efektifitas khususnya financial dan waktu bisa ditekan seminimal mungkin. Bayangkan dalam sebuah perhelatan setingkat muktamar atau kongres, berapa pundi -pundi partai yang harus dikeluarkan. Sejak dari urusan konsumsi hingga sewa hotel berbintang. Belum lagi pschychologi massa yang bila ada mengompori untuk berpanas -panas ria dalam konggres  akan menjadi semakin panas suasananya.

Konon sebuah partai yang menyelenggarakan perhelatan sejenis konggres telah kehilangan bermilyar -milyar rupiah dari kocek partai. Belum lagi dari kocek pribadi sekedar memberi uang transport kepada para simpatisannya (  voter ) sang kandidat. Wooww, kalau di PKS itu tidak pernah ada. Sehingga pas pada cara yang dimaksud, kegiatan berlangsung damai, penuh ukhuwah, penuh kekeluargaan,karena yang terpilih akan mendapat tugas berat untuk membesarkan partai, menyebarkan dakwah, menyentuh hati untuk terus berbakti kepada Tuhannya, tidak sekedar cinta duniawi semata, atau duduk manis menunggu jatah kursi di kabinet.

Kenapa PKS mampu mendemonstrasikan demokrasi yang efisien dan efektif itu tanpa harus menggunting peran dan potensi kader yang memang cukup potensial ? Tentu hal ini disebabkan adanya ‘sistem’ yang sudah berjalan baik.  Sistem yang baik akan menelurkan pribadi -pribadi yang baik, Pribadi -pribadi yang baik akan melahirkan anggota yang baik. Anggota -anggota yang baik akan mengemplementasikan akhlaq  -akhlaq berpolitik yang santun.Kalau di partai lain ‘ kursi ketua umum’ menjadi incaran setiap kader, di PKS ‘ kursi’ ternyata tidak terlalu menarik untuk diperebutkan. PKS beranggapan ‘kursi’ adalah amanah yang harus menghadirkan kemanfaatan bagi banyak orang bukan kepentingan pribadi. Kenapa partai -partai tidak melirik kebaikan yang telah dihadirkan PKS ?

 

Dimasmul Prajekan | Kompasiana

*http://polhukam.kompasiana.com/politik/2013/03/21/2/544223/pembelajaran-demokrasi-dari-pks.html





Sebelah Mata

21 03 2013

 

          

tdk adil

INGAT gambar patung seorang perempuan dengan kedua mata tertutup sehelai kain, di tangan kirinya ada timbangan yang seimbang dan di tang

an kanannya ada pedang terhunus? Dia adalah Themis, legenda Yunani menyebutnya sebagai Dewi Keadilan.

 

Themis sesungguhnya adalah cara orang dahulu mengungkapkan harapan pada tegaknya keadilan. Dalam bayangan mereka, Sang penegak keadilan haruslah menutup mata, tidak memandang dengan sebelah mata, apalagi main mata dengan pihak-pihak yang membutuhkan keputusan hukum. Dia harus menimbang dengan seadil-adilnya dan pedangnya siap menebas, menjatuhkan eksekusi. Tetap dengan mata tertutup. Tak terpengaruh oleh subjektivitas.

 

Sesungguh

nya itu pula fitrah manusia. Keadilan adalah kebutuhan asasi manusia. Manakala tak terpenuhi, ada rasa teraniaya. Rasa ini pula, yang sejarah mencatatnya menjadi energi perubahan. Tak terhitung berapa banyak penguasa yang tumbang karena tak memperlakukan rakyat dengan adil. Mereka bisa tumbang karena energi perlawanan tadi. Bisa pula karena kemarahan Tuhan, Sang Maha Adil.

 

Sejarah hari-hari belakangan ini mencatat bahwa para penegak hukum di negeri ini tak memakai penutup matanya. Mereka bermain mata dan mengabaikan keadilan. Meski pandai bermain kata untuk menutupi ketidakadilan yang mereka ciptakan, tetapi “rasa” itu makin kental mengusik kehidupan.

 

Sebut saja satu persatu kasus-kasus hukum belakangan ini yang mengusik rasa keadilan. Sekadar mengingatkan, ketika mobil yang dikendarai Ra

syid Rajasa menabrak kendaraan lain hingga menewaskan sejumlah orang, polisi tak pernah menahan anak sang Menko ini. Tetapi, polisi dengan sangat sigap menahan Jamal bin Syamsuri, sopir angkot yang penumpangnya tewas karena melompat dari angkotnya yang sedang melaju.

 

Bukan cuma polisi, Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) pun berkelakuan mirip. Ridwan Hakim yang telanjur pergi ke Turki sebelum dicekal pun dipaksa pulang hanya demi diperiksa sebagai saksi. Sementara untuk memeriksa Sri Mulyani, KPK dengan sangat rela bersiap-siap bera

ngkat ke Washington DC untuk merunduk-runduk mendatanginya.

 

Masih belum pupus pula dari ingatan, Presiden PKS, Luthfi Hasan Ishaaq dalam hitungan 3 jam sejak dinyatakan sebagai tersangka, langsung dijemput KPK dan dijebloskan ke dalam tahanan. Sementara publik bisa melihat Andi Mallarangeng, Anas Urbaningrum dan Rusli Zaenal yang sama-sama sudah menjadi tersangka tetapi tak kunjung dijemput dan dijebloskan ke tahanan.

 

Penegak hukum di s

emua level seolah berlomba mempertontonkan perilaku tak adil. Rachmat Yasin, Bupati Bogor, dijadikan tersangka oleh Panwaslu karena ikut berkampanye tanpa izin dari Mendagri. Sementara Gubernur DKI, Jokowi yang nyata-nyata juga tak mengantongi izin untuk berkampanye di periode dan Pilkada yang sama, sampai saat ini masih melenggang bebas tanpa atribut tersangka.

 

Terlalu panjang daftar perilaku tak adil dan main mata yang dipertontonkan para pemegang pedang keadilan di negeri ini. Waspadalah, energi perlawanan kini terus membesar. Dan pada akhirnya akan berbalik melibas mereka yang tak berlaku adil. Sayangnya, seringkali pembalasan itu pun berlangsung dengan tidak adil pula.

 

Wallahu a’lam

 

Pak Ugi | Kompasiana

 

*http://polhukam.kompasiana.com/hukum/2013/03/22/3/544782/sebelah-mata.html

 





Kenapa Benci PKS

21 03 2013

pks31. Sejak berdiri dan mendapat kepercayaan masyarakat. Sudah byk pihak yg benci kepada partai ini. sampai sekarang. kenapa?? #benciPKS

2. sedikit saja melakukan kesalahan langsung dibully, dihujat, seakan-akan partai ini adalah partai terburuk & terjahat di Indonesia #benciPKS

3. Saya jadi heran, kenapa ada yang benci dgn PKS ya?? apakah partai ini memang pantas dibenci?? #benciPKS

4. Kenapa harus benci dengan PKS? padahal kader2nya sangat cinta Allah. Tuhan Yang Maha Esa. perintah wajib n sunnah dikerjakannya #benciPKS

5. membaca Alquran menjadi amal sehari-harinya. apakah ada partai lain yang mewajibkan kader2nya taat beribadah?? #benciPKS

6. kenapa harus benci PKS?? padahal kader2nya sangat cinta Nabi dan RasulNya. Sholawat selalu dilantunkannya #benciPKS

7. Kenapa hrs benci PKS?? Padahal kader2nya sgt cinta kpd keluarganya, kepada anak2nya, kepada istri/suaminya. #benciPKS

8. Kenapa harus benci PKS?? padalah, cinta kepada umat dan bangsa ini jauh lebih besar dari cinta kepada diri sendiri. #benciPKS

9. Cinta. inilah pasukannya para kader PKS. Cinta yg mengubah benci. Cinta yg meraih simpati. Cinta yg tak pernah habis. #benciPKS

10. seperti cinta salah satu anggota dewan PKS di Tasikmalaya. demi rakyat dan umatnya. gaji bulanan. fasilitas kantor utk rakyat #benciPKS

11. Cinta kpd rakyat yg buat urungkan niatnya membangun rumah. yg saat ini hanya berdinding tembok dan bilik yg kalau hujan bocor #benciPKS

12. pernah suatu ketika uang utk kampanye diserahkan kpd tukang becak utk sekolah anak2nya. pantas gak orang seperti ini dibenci? #benciPKS

13. mobil kantorpun disulap jadi mobil rakyat utk mengantar hajatan,utk mengantar ke rumah sakit. dll beginilah sang pasukan cinta #benciPKS

14. lain lagi dengan salah seorang pengurus PKS di pasar minggu, cinta yg membuat beliau mengajar pagi, siang, bahkan malam. #benciPKS

15. muridnya dari berbagai kalangan, majlis taklim, pelajar, profesional. dll meski jarak ckp jauh namun tetap beliau tempuh #benciPKS

16. Kenapa orang2 seperti ini harus dibenci?? mungkin byk yg belum tahu, yg mereka tahu hanya dari media2 saja. #benciPKS

17. namun yang pasti, kader2 PKS ini membalas benci dengan cinta. membalas cacian dgn pujian. membalas fitnah dengan indah #benciPKS

18.benci jadi cinta. Cinta yang meresap dalam setiap aktivitas politiknya. aktivitas pengorbanannya. aktivitas hariannya #benciPKS

19. Cintalah yang menggerakan kader2 PKS bekerja melayani umat. terjun ke masyarakat. banjir.kebakaran.pelayanan kesehatan. dll #benciPKS

20. Cintalah yang menggelorakan semangat kader2nya memenangkan cagubnya, cawalkotnya, cabupnya. Cintalah yg membuat semangat terpancar kuat.

21. Cintalah yang membuat mereka geriliya ke kampung2, membantu masyarakat sekitar. membuka posko2 utk masyarakat. #benciPKS

22. Terlalu banyak CINTA di partai ini (PKS), terlalu banyak sehingga tidak ada tempat bagi pembenci. #benciPKS

23. terakhir saya ingin nyatakan kepada para kader & simpatisan PKS dimana saja, Saya mencintai kalian semua, tak ada #benciPKS. hanya CINTA

24. Salam cinta utk semua pelaku kebaikan. dan salam cinta utk para pembenci. pemfitnah dan penghujat. kenapa harus #benciPKS?

 

Fajar Fatahillah | Kompasiana

https://twitter.com/fajr_fatahillah

http://polhukam.kompasiana.com/politik/2013/03/22/3/544784/kenapa-harus-benci-pks.html





KPK ‘Pusing’ dengan PKS

21 03 2013

kpk (1)Luthfi Hasan Ishaq (LHI) sudah terlanjur ditangkap dan dijadikan tersangka dalam dugaan kasus suap import sapi. Tapi bagaimana membuktikannya ? Sepertinya ini masih menjadi pekerjaan rumah yang belum bisa diselesaikan oleh KPK.

Kalau dituduh menerima suap ? LHI belum dan tidak menerima uang suap yang katanya akan diberikan kepadanya. Bila dituduh ada bukti percakapan antara LHI dengan Mentan, dimana pembicaraan itu diduga bisa mempengaruhi Mentan ternyata dibantah sendiri oleh Abraham Samad.

Soal isi pertemuan medan, yang diduga awalnya sebagai  kesepakatan soal suap import sapi ternyata isinya hanya adu data tentang ketersediaan sapi di dalam negeri.  Jadi apa ya.. alasan untuk membenarkan LHI dijadikan tersangka dan dipenjara ?

Kalau kaitannya dengan kewenangan, disangka mempengaruhi Mentan karena kewenangannya. LHI bukan anggota DPR  yang membidangi pertanian jadi tidak bisa dianggap menyalahgunakan kewenangan dan kekuasaan.

Kalau disangka adanya dugaan kerugian Negara, bukankah Mentan sudah menyatakan bahwa tidak ada perubahan kuota import sapi. Keputusan import sapi pun harus berkoordinasi dengan lintas departemen dimana Menko Ekonomi yang mengambil keputusannya.

Oleh karena itu, tiba-tiba saja Taufik Ridha, Sekjen PKS, dipanggil ke KPK hanya untuk meminta penjelasan tentang AD/ART PKS. Baru kali ini, terdengar KPK mememinta AD/ART sebuah lembaga bukan negara atau bukan milik negara dalam penyelidikan kasus-kasus korupsi.

Lalu, apa hubungannya AD/ART sebuah lembaga non negara dan bukan milik negara dengan KPK ? padahal AD/ART merupakan aturan main sebuah organisasi itu sendiri ?

Bila PKS merupakan lembaga Negara atau milik Negara maka wajar saja bila KPK meminta penjelasan tentang AD/ART sebuah organisasi karena yang dicari oleh KPK adalah kerugian Negara atau perbuatan melawan hukum yang ditetapkan oleh Negara.

Namun PKS merupakan lembaga non negara dan milik negara, sehingga  AD/ART merupakan aturan main sebuah organisasi, maka yang menghukum anggota organisasi adalah sebuah badan atau lembaga yang dibentuk oleh organisasi tersebut untuk menghukum anggotannya.

Bila LHI salah secara organisasi, bukankah LHI sudah mengundurkan diri dari Presiden PKS dan sudah digantikan oleh Presiden yang baru ?

Memang unik perjalanan kasus dugaan suap import  sapi ini.





Pidato Ust. Anis Matta di Acara Konsolidasi Kader PKS Jawa Tengah

21 03 2013

Image

Ikhwan dan akha
wat s
ekalian, kalimat pertam
a yang ingin sa
ya s
ampaikan kepada antum semua adalah bahwa saya mencintai antum semua. Inni uhibbukum fillah.Karena cintalah kita berkumpul di sini, danInsya Allah atas nama cinta juga kita akan memenangkan Pilgub Jawa Tengah.
 
Saya juga ingin menyampaikan, salam cinta dari Ketua Majelis
 Syuro, Ustadz Hilmi Aminuddin kepada antum semuanya dan salam cinta dari mantan Presiden kita Ustadz Luthdi Hasan Ishaaq. Kita doakan mudah-mudahan Allah SWT memudahkan urusannya.
Ikhwah sekalian.

Apa yang disampaikan tadi oleh KH Budi (Budi Haryono .pen) mengingatkan saya kepada sebuah puisi. Puisi yang ditulis oleh murid dari nama yang disebutkan tadi yaitu Rumy. Rumy punya murid cinta yang hidup berabad-abad sesudah Rumy, namanya Muhammad Iqbal. Dan Muhammad Iqbal ini menulis tentang gurunya. P
erhatikan baik-baik teksnya.
 
“Dan nafas cintamu, meniup kuncupku jadi bunga.”
 
Jadi beliau bercerita bahwa, cinta itu, kata Iqbal, membuat k
uncup bunga itu merekah. Dan dimana-mana ada cinta, hidup itu pasti akan berkah.
Dalam waktu yang sangat lama saya selalu memikirkan satu hal, apa yang sebenarnya merupakan co value, nilai utama dari masyarakat Indonesia.
 Kita pasti punya nilai-nilai yang banyak. Tetapi nilai yang tertinggi bagi masyarakat Indonesia itu apa? Yang membedakan kita dengan masyarakat-masyarakat lain di dunia. Dan saya menemukan satu kata, yaitu harmoni.
 
Kita ini adalah bangsa yang ditakdirkan oleh Allah SWT, hidup
 dari etnis yang sangat beragam. Mendiami sebuah wilayah yang terpisah-pisah dan terpisahnya jauh. Dimana dua pertiga dari wilayah kita itu adalah laut. Karena kita terpisah, satu sama lain sangat jauh. Dan terlalu beragam secara etnis, itulah yang membuat kita saling merindukan.
 
Perpisahan membuat kita rindu. Tetapi perbedaan yang ekstr
im seperti ini membuat kita merindukan persatuan. Jadi jauh sebelum ada sebuah negara yang bernama Indonesia, yang diproklamasikan pada tanggal 17 Agustus 1945, yang pertama kali hadir adalah pernyataan tekad untuk bersatu. Satu dalam bahasa, satu da
lam bangsa itulah Indonesia, yang dideklarasikan pada hari Sumpah Pemuda.
 
Jadi perbedaan yang ekstrim membuat kita juga merindukan persatuan secara ekstrim. Di sini banyak etnis, banyak agama, dan banyak ideologi. Teta
pi perbedaan itu semuanya terangkum menjadi satu, dan kita hidup secara harmoni dala
m satu wilayah yang sama. 
 
Disebabkan karena kita semuanya mempunyai nilai-nilai utama dan yang paling tinggi dari nilai itu adalah harmoni. Kehendak untuk bersatu. Kehendak untuk hidup secara damai. 
 
Kehendak untuk menepis perbedaan, dan hidup dalam satu
 lingkar mufakat yang besar, dimana kita, insya Allah, tidak bisa dipecah-belah oleh bangsa-bangsa yang lain.
Itulah co value, nilai utama dari masyarakat Indonesia.
 
Dan beberapa tahun yang lalu, di depan teman-teman kami waktu itu. Saya menyampaikan sebuah ceramah dan sebuah makalah. Saya beri judul: Izinkanlah Kami Menata Ulang Taman Indonesia.
 
Sebab saya membayangkan bahwa Indonesia ini adalah sebua
h taman, setiap orang di dalam taman ini adalah sebuah bunga. Dan setiap bunga itu punya warna sendiri.
 
Taman ini menjadi indah karena terlalu banyak bunga yang punya banyak warna di dalam taman itu. Coba bayangkan kalau ada satu taman yang bungan
ya cuma satu. Apa indah taman itu? Tapi coba bayangkan kalau bunga yang punya banyak warna itu, kita paksa melebur menjadi satu warna. Bunganya banyak, tapi warnanya dilebur jadi satu. Bagus tidak?
 
Bangsa ini menjadi indah, karena kita berbeda seperti bunga
 dalam taman. Jadi kalau saya ingin mendefinisikan, apa itu masyarakat Indonesia, saya bisa mengatakan bahwa masyarakat Indonesia itu adalah masyarakat bunga. The flower society.
 
Dan bunga ini ikhwah sekalian, kalau kita ingin memimpin
nya dengan baik, kembalilah kepada puisi Iqbal. Tiupkan nafas cinta ke dalam bunga itu, maka dia akan mekar. Dan jika kita meniupkan nafas cinta ke dalam bunga itu, Insya Allahtidak ada kekuatan lain yang akan menolak tiupan nafas cinta itu. Saya kira, dengan cara beginilah insya Allah kita akan memenangkan dan memimpin Indonesia di masa yang aka
n dat
ang.
 
Tiupkan nafas cinta ke dalam republik ini, biar ia tumbuh menjadi bunga yang memenuhi taman Indonesia dan Insya Allah bunga ini akan tumbuh mekar dalam taman itu.
 
Dan dengan cara seperti itu, ikhwah sekalian, kita mengubah 
politik dari sebuah permainan yang berbahaya (dangerous game), yang isinya adalah character assassination, politisasi hukum, black campaign, kita ubah semuanya itu menjadi permainan orang dewasa yang lucu. Seru. Seperti dulu kita di sekolah dasar atau di SMP, mau memilih ketua kelas. Ada kampanye, ada pertarungan. Seru, tapi tidak berbahaya. Ada 
ketegangan, tapi orang tidak takut.
 
Politik sekarang menakutkan. Mengerikan. Karena itu anak-anak muda tidak mau ikut politik. Tidak suka politik. Dan itulah yang menjelaskan mengapa be
gitu banyakundecided voter. Mengapa begitu banyak orang yang apolitis. Bukan karena mereka tidak mau, tapi orang-orang sekarang memberikan tontonan politik seperti orang masuk ke dalam bioskop dan menonton film horor. Kenapa kita harus mengeluarkan uang untuk menakut-nakuti diri sendiri. Kita keluarkan uang, kita nonton, kita pulang membawa
 mimpi buruk. Sekarang kita ubah politik itu menjadi permainan yang seru. Ada sparkling-nya, ada sodanya, tapi tidak memabukkan. Kita mengubahnya demikian.
 
Dan saya kira ikhwah sekalian, tempat pertama dimana kita in
gin menguji teori ini adalah Jawa Tengah.
 
Secara budaya, diantara semua wilayah-wilayah yang ada di Indonesia ini, saya kira dan mudah-mudahan saya tidak salah, Jawa Tengah adalah masyarakat dengan budaya yang paling bisa memadukan segala hal yang tidak bisa dipadukan.
 
Dan ikhwah sekalian, apa yang saya bicarakan ini sebenarnya tadinya rencananya akan saya sampaikan setelah bulan Agustus. Sebagai bagian dari pidato 17 Agustus nanti. Tapi (apa yang disampaikan) Kyai Budi tadi ini, mengganggu pikira
n saya. Dan saya harus menjawabnya.
 
Inilah teori kita tentang Indonesia. Dan saya kira dulu, kira-kira 16 tahun, menurut cerita Soekarno sendiri. Sebelum kemerdekaan. Ia mencoba menemukan, semua titik kesepakatan bersama yang bisa menjadi alat pemersatu 
bagi bangsa Indonesia. Soekarno menyadari bahwa kita ini tumbuh dari ideologi yang sangat berbeda. Dan ada yang menarik dalam sejarah ini. Para pemikir, ideolog-ideolog, terutama tiga ideologi yaitu Islam, sosialisme dan nasionalisme, berguru pada satu orang yang sama. Namanya Cokroaminoto. Dari sini ada murid yang bernama S
oekarno, yang nanti mengembangkan ide nasionalisme tetapi dia juga mewarisi ide dasar sosialisme itu. Dari sini juga lahir nanti pemikir Islam yang namanya KH Agus Salim. Tapi dari sini juga nanti tokoh-tokoh merah Indonesia. Ada Muso dan ada Alimin. Lahir dari guru yang sama.
 
 Jadi begitu ingin merdeka, Soekarno berfikir bahwa kita membutuhkan alat pemersatu, dan biarlah orang-orang ini dengan ideologinya sendiri-sendiri. Tetapi kita membutuhkan sebuah kesepakatan bersama. Kesepakatan itulah yang kemudian dirumuskan dalam bentuk Pancasila.
 
Di situ (Pancasila) ada Islam, di situ ada pluralisme, disitu ada nasionalisme disitu ada demokrasi berbasis Indonesia, di situ ada sosialisme. Tapi yang menarik adalah kata Soekarno, jika Pancasila ini kita peras, peras dan peras men
jadi hanya satu kata, maka satu kata itu adalah artinya gotong-royong.
 
Coba kita perhatikan. Itu adalah ide tentang harmoni. Dan jika kita usut sejarah pemikiran politik Indonesia ini kita akan sampai pada satu ide. Tapi bila kita balik lagi ke sejarah penyebaran Islam di nusantara ini, ide ini pulalah yang diy
akini pertama kali oleh para dai yang membawa Islam ke Indonesia. Itulah sebabnya, inilah kawasan dimana Islam masuk tanpa pertumpahan darah. Mereka menyenangi harmoni.
 
Dan karena harmoni itu, maka para dai ini mempunyai keb
ebasan untuk menyampaikan nilai-nilai Islam itu. Saya tadi mengobrol, sambil mendengarkan Kyai Budi dan mengatakan, kita ini bisa saja bikin pengajian terlalu tegang, terlalu serius. Nah ini benar pengajian (yang dibawakan Kyai Budi H) ini tadi. Santai. Rileks. Tapi kontennya full, sama persis. Bagus juga mungkin kalau ada acara pengajian PKS diir
ingi dengan nasyid dan diiringi dengan musik-musik local, gamelan dan seterusnya.
 
Jadi inilah yang menjelaskan mengapa masyarakat kita menerima Islam secara apa adanya. Tanpa ada pertempuran.
 
Ikhwah sekalian, jika saya ingin masuk dari teori ini kepada persoalan yang antum hadapi, dalam Pilgub yang akan datang, saya bisa mengatakan bahwa antum hanya punya satu cara untuk memenangkan (Pilgub) ini. Yaitu melawan mitos. Mitos politik. Mitos politik yang mengatakan bahwa partai Islam tidak bisa memimp
in republik. Mitos bahwa Jawa Tengah ini adalah basis fulan, bukan basis PKS. Untuk melawan mitos itu hanya ada satu cara: Bongkar!
 
Saya kira ini jalannya sudah jelas. Apa tadi salam 3 besarnya? Obah Kabeh Mundhak Akeh. Saya harus kursus ini (tertawa).
 
Iya kan? Itu mitos. Coba antum bayangkan, dulu 1000 tahun sebelum Islam datang ke nusantara ini, ada agama Hindu dan Budha di sini. Bisakah Anda bayangkan bahwa sebuah agama yang sudah tertanam selama lebih dari 1000 
tahun, kemudian bisa ditembus oleh Islam. Dan saya kira orang-orang yang mengklaim bahwa Jawa Tengah adalah basis fulan, fulan dan seterusnya, tidak sampai 1000 tahun, kan? Sampai 1000 tahun? Lho era reformasi kan baru 15-an tahun. Iya kan? Jadi rileks sajalah. Bongkar ini semuanya, lawan mitos itu, sambil kita bernyanyi.
 
Dan ikhwah sekalian, kenapa saya ingin menggarisbawahi kata melawan mitos. Karena kemenangan itu pertama kali, jauh sebelum diumumkan oleh KPUD, kita umumkan dulu dalam fikiran kita. Kita umumkan dulu dalam perasaan kita s
emuanya. Mindset-nya dulu kita ubah.
 
Sebab lawan itu, ikhwah sekalian, menjadi besar atau kecil tergantung cara kita mengkonsepsinya. Kalau kita menganggap mereka besar, dia besar. Tapi kalau kita menganggap mereka kecil, dia akan menjadi kecil. Jadi kalau 
kita anggap bahwa klaim Jawa Tengah ini basis fulan, fulan dan seterusnya itu adalah sebuah mitos, hilangkan pertama kali mitos itu dalam kepala kita. Dan begitu mitos itu hilang dari kepala kita, kita bersihkan hati kita dari mitos itu. Begitu itu hilang, insya Allah jalan kemenangan antum jadi lempeng. Clear.
 
Kita buang itu mitos (dari kepala kita). Kita buang dari hati kita mitos itu. Tinggal kita tadi, siapa bilang? Ini basis fulan, mengapa PKS tidak punya hak untuk mengklaim bahwa ini juga bisa menjadi basis PKS? Datang kepadanya dan samp
aikan salam cinta dari PKS. 
 
Dan seperti yang saya katakan, jika antum semua datang dan meniupkan nafas cinta kepada orang-orang itu, bunga-bunga yang ada di Jawa Tengah akan mekar, insya Allah.
 
Dan dengan demikian, ikhwah sekalian. Antum akan mela
kukan pekerjaan yang berat. Ini kata salah seorang pemikir China lama, namanya Lau Tze. Tahu, kan? Dia mengatakan, kalau kita bekerja dengan cara begini maka kita akan bekerja sambil menyanyi. Artinya apa, kita melakukan tugas-tugas berat dengan cara dan hati yang riang.
 
Dan jika kita tarik ini ikhwah sekalian, ke dalam akar nilai-nilai kita sebagai muslim, kita juga akan ketemu dengan hal yang sama. Tahukah antum semuanya apa karunia Allah swt kepada kaum muslimin sebelum perang Badar berlangsung? Tahu karunianya? Dikasih tidur.
 
Jadi malam hari keesokan pagi ketika perang Badar akan berlangsung, malam harinya hujan rintik-rintik turun, hawanya dingin, kaum muslimin dikasih tidur. Tidurnya nyenyak. Mereka tidak memikirkan bahaya yang akan mereka hadapi besok. Seakan-akan yang mereka hadapi besok ini adalah sebuah funny gam
e. Permainan yang lucu. Bukan sebuah dangerous game. Dikasih tidur. Begitu mereka bangun pagi, mereka segar.
 
Orang-orang Quraisy tadi malam pesta pora. Makanya kurang tidur. Waktu mereka bangun pagi-pagi, mereka tidak segar. Nah begitu berha
dapan, baru mereka sadar.
Ikhwah sekalian, karena itu kita juga percaya bahwa dengan cara menidurkan mereka itu Allah swt menanamkan persepsi kepada kaum muslimin bahwa musuh yang akan kamu lawan ini tidaklah sebesar yang kamu duga.
 
“Jadi ikhwah sekalian, perbaiki saja perse
psi kita tentang lawan kita itu. Seperti kita juga perlu memperbaiki persepsi tentang Jawa Tengah ini. Kalau antum terus mempersepsi bahwa ini basis orang lain, insya Allah selamanya akan jadi basis orang lain. Tapi kalau antum dari sekarang mengatakan: Bongkar, Bongkar, Bongkar! Ini mitos!”
 
Insya Allah ini akan menjadi basis antum semuanya. Siapa yang bisa melawan pasukan cinta? Siapa yang bisa melawan pasukan cinta? Insya Allah tidak akan ada yang bisa melawan pasukan cinta.
 
Kalau kata Kyai Budi tadi, semua orang kita ayomi, orang kelas bawah kita ayomi semuanya, tukang becak kita ayomi, dan apa lagi tadi ada… (bertanya ke Kyai Budi H) janda-janda kita ayomi juga. Semua kita ayomi. Itu yang kita sebut dengan pasukan cinta.
 
Dan insya Allah dengan cinta seperti itu ikhwah sekalian, kita 
akan datang menawarkan sebuah persahabatan, sebuah persaudaraan, kepada semua orang. Dan biarlah orang lupa bahwa ia dari ideologi fulan, ideologi kanan, ideologi kiri, dia dari ideologi tengah, itu tidak penting.
 
Cinta yang membuat kita bersatu, bersahabat, bersaudara. Biarkanlah dia dengan ideologinya, tetapi dia bersama kita.
 
Rebut dulu simpatinya, nanti belakangan pelan-pelan ki
ta ubah cara berfikirnya. Kata ulama-ulama dakwah, kasbul qulubi muqoddamu ‘alaa kasbil uqul, merebut hati lebih kita prioritaskan daripada merebut fikiran. Janganlah dulu merebut fikiran orang. Sebarkan dulu cinta. Kalau semua orang sudah simpati, insya Allah dia akan lebih terbuka menerima pikiran-pikiran kita.
 
Begitu cintanya hilang, karena itu katanya Imam Sy
afi’i, cinta itu membuat orang kehilangan daya kritis di dalam dirinya. Begitu kita cinta kepada seseorang, bahkan yang jelek-jelek pun kita pandang bagus. Iya kan?
 
Oleh karena itu ikhwah sekalian, kalau antum i
ngin meniupkan nafas cinta kepada semua orang, saya membayangkan bahwa setiap antum semuanya akan membuat data, list, dari seluruh warga dan pemilih di Jawa Tengah ini, antum temui mereka semuanya satu persatu. Jabat tangannya baik-baik, lihat 

 

matanya baik-baik. Sebarkan nafas cinta melalui mata antum semuanya. Biar dia merasakan, dan rasakan dalam jabat tangan itu ada setrum cinta yang mengalir ke tangan merek
a itu. Begitu setrum cinta itu mengalir ke tangan mereka, insya Allah, dia akan berubah dengan sendirinya. Dia akan berubah.
 
 
Jadi ikhwah sekalian, mengapa saya mengatakan bahwa kita harus mengubah permainan politik dari permainan yang berbahaya menjadi permainan orang dewasa yang lucu, karena politik sekarang ini menjauhkan orang dari dirinya sendiri. Itu sebabnya saya kira, konfigurasi Jawa Tengah ini dalam Pilgub ini adalah m
engkonfigurasi yang paling lucu diantara pilkada-pilkada yang lain.
 
Coba kita lihat calon kita itu, koalisi yang mendukungnya. Calonnya birokrat. Cagubnya birokrat, cawagubnya dari partai lain,
 tapi tidak didukung partainya. Didukung oleh partai yang berupa-rupa warnanya. Ada PKS, Gerindra, ada PKB, Hanura, PPP, PKNU dan seterusnya. Rupa-rupa warnanya dan tidak salin
g berhubungan dengan cagub dan cawagubnya. Nah ini pertemuan yang lucu.
 
Mungkin ada orang yang bertanya, mengapa
 PKS tidak mengajukan kadernya? Saya tadi bicara dengan Akh Fikri (Drs. H. A. Fikri Faqih – Ketua DPW Jateng) di mobil sebelum ke sini. Saya akan menjelaskan dalam kampanye deklarasi nanti. Tapi saya akan menjelaskan dulu kepada antum semuanya.
 
Dalam sistem demokrasi, partai politik itu m
empunyai salah satu fungsi dasar sebagaischool of leadership, sekolah kepemimpinan. Partai ini mesti merekrut orang, membinanya, menggodognya, melatihnya untuk menjadi pemimpin. Kalau dia sudah siap menjadi pemimpin, kita ekspor orang in
i ke dalam sebuah lembaga yang kita sebut negara. Jadi user dari sekolah ini adalah negara.
 
Karena itu Umar bin Khattab mengatakan, ta’allamu qabla anta suudu, belajarlah sebelum kalian memimpin.
 
Nah ikhwah sekalian, kita kasih kesempatan kepada ikhwah untuk menetapkan siapa yang mau antum ajukan (dalam Pilgub) dari kader. Dan mereka mengatakan, tampaknya pada periode ini kita belum siap. OK. Karena kita juga mesti membuka dua kitab sekaligus. 
 
Satu kitab namanya kitab percaya diri, satu kitab lagi namanya tahu diri. Dua-duanya mesti kita baca secara obyektif. Iya kan? Tidak ada masalah. Jangan minder dengan keputusan itu. Itu tidak mencederai kita sebagai partai kader. Justru itu menunjukkan kedewasaan kita dalam menilai diri kita sendiri. Kita beri kesemp
atan kepada orang, dan waktu kita memberi kesempatan kepada orang kita bekerja full untuk mendukung orang itu. Semuanya siapapun yang nanti bekerja sama dengan PKS itu percaya, bahwa PKS adalah partai yang selalu memenuhi janji. Nanti tiba waktunya antum memimpin, insya Allah mereka juga akan mengatakan kalau antum berjanji dalam kampany
e insya Allah pasti akan dipenuhi oleh kadidat PKS.
 
Nah ikhwah sekalian. Saya kira saya sudah menjelaskan mission imposible, yang sekarang ini menjadi tugas antum semuanya di Jawa Tengah. Dan saya tidak ingin mengatakan lagi kepada antum semuanya. No plan, no back up, 
no choice. Bongkar! Karena antum sudah tahu jalannya. Dan kata kuncinya cuma dua itu tadi. Yang pertama bongkar, yang kedua adalah permainan yang lucu. Funny game. Main-mainlah dengan cara ini. Dan insya Allah antum akan memenangkan pilkada Jawa Tengah.
 
Coba saya mau tanya dulu kepada antum semuanya. Kira-kira ikhwah sekalian, sebesar apa energi cinta yang ada di dalam diri an
tum, yang bisa antum tiupkan kepada setiap bunga yang ada di Jawa Tengah ini?
 
Saya mau tanya dulu. Antum pu
nya stok cinta y

 

ang banyak untuk bisa disebarkan di Jawa Tengah atau tidak?
 
Banyak? Kurang yakin.
 

 

Yakin? (massa: Yakin).
 
Yakin? (massa: Yakin).
 
Yakin? (massa: Yakin).
 
Yakin? (massa: Yakin). 
 

Allahu Akbar! Allahu Akbar! Allahu Akbar! Allahu Akbar! Allahu  Akbar!.

 

http://pks-jateng.or.id/





PKS Desak Pemberian Grasi Gembong Narkoba Dievaluasi

16 10 2012

REPUBLIKA.CO.ID, JAKARTA — Pemberian grasi kepada terpidana kasus narkoba merupakan preseden buruk terhadap gerakan pemberantasan penggunaan dan peredaran narkoba di Indonesia. Berdasarkan data yang ada, kecenderungan penggunaan dan peredaran narkoba di Indonesia tak memperlihatkan kecenderungan turun, bahkan setiap tahun terus naik.

Ketua Fraksi PKS di DPR, Hidayat Nur Wahid, hal yang memprihatinkan dalam peredaran narkoba adalah korbannya kebanyakan dari kalangan generasi muda dan usia produktif.

Menurutnya, selama tahun 2012 ini setidaknya sudah tiga gembong narkoba yang diberikan grasi, yaitu terpidana narkotika asal Australia, Schapelle Leigh Corby, dari 20 tahun menjadi 15 tahun. Lainnya, dua gembong narkotika internasional Deni Satia Maharwan dan Meirika Franola yang seharusnya menjalani hukuman mati diubah menjadi hukuman penjara seumur hidup.

“Pemberian grasi ini menimbulkan pertanyaan tentang keseriusan dan komitmen pemerintah dalam memerangi peredaran narkoba di Indonesia. Keseriusan ini juga dipertanyakan dengan mencuatnya kasus terpidana mati narkoba asal Nigeria, Adami Wilson alias Abu, beberapa waktu lalu yang dengan leluasa mengendalikan bisnis haram itu dari penjara Nusakambangan. Ini situasi yang berbahaya,” tegas Hidayat, Ahad (14/10).

Dalam pandangan Hidayat, alasan hak asasi manusia yang dikemukakan pemerintah patut dipertanyakan, karena dampak yang dilakukan para terpidana narkoba itu sangat hebat dalam menghancurkan dan membunuh masa depan kemanusiaan.

“Jutaan korban narkoba, harus meregang nyawa dan terancam mati untuk kepentingan bisnis haram sekelompok orang yang tak mempedulikan kemanusiaan. Kita pun patut bertanya: Nilai kemanusiaan dan keadilan seperti apa yang ingin ditegakkan?” tanya Hidayat.

Hidayat mendesak Presiden agar tidak mengobral hak prerogatif tersebut tanpa mempertimbangkan perasaan keadilan masyarakat serta melanggar hak asasi manusia (HAM) warga bangsa Indonesia sebagaimana terdapat dalam UUD 1945 Pasal 28 poin J.

“Tampaknya Presiden harus berkaca pada negara tetangga Malaysia yang dengan tegas menghukum warna negara Indonesia (WNI) yang menyelundupkan narkoba dengan ancaman hukuman mati. Meskipun, ada pula warga negara Malaysia yang menjadi penyelundup narkoba ke Indonesia,” jelasnya.

Redaktur: Dewi Mardiani
Reporter: Indah Wulandari




PKS: Penurunan Elektabilitas Parpol Islam Wajar

16 10 2012

Metrotvnews.com, Jakarta: Ketua DPP PKS Aboe Bakar Alhabsy menganggap penurunan elektabilitas publik terhadap seluruh partai politik berbasis Islam yang dirilis survei Lingkaran Survei Indonesia (LSI), dinilai wajar.

Kondisi itu merupakan dampak dari menurunnya dukungan yang dialami oleh semua parpol termasuk yang berideologi nasionalis.

Aboe mengatakan hal ini menjadi fenomena nasional yang melanda partai-partai yang ada di Indonesia.

“Tingkat kepercayaan publik menurun, bukan hanya pada parpol Islam,” kata Aboe di DPR RI, Senin (15/10).

Ada dua kemungkinan yang mengakibatkan menurunnya tingkat kepercayaan masyarakat terhadap parpol. Pertama, banyaknya kader parpol yang terlibat korupsi, kedua belum masuknya masa kampanye.
Sehingga jelas, menurutnya, bahwa rakyat belum memikirkan pilihan politik untuk pemilu mendatang.

“Saat ini memang belum masa kampanye, jadi sangat wajar bila orientasi publik belum memikirkan soal pilihan politik pada pemilu mendatang. Dalam survei, hal yang jarang diungkap adalah seberapa besar dari responden yang belum menentukan pilihan karena itu menunjukkan partisipasi publik dalam pemilu. Selan itu banyak politisi yang terkena kasus korupsi,” paparnya.

Namun, apapun hasilnya, PKS akan menjadikan hasil survei-survei yang ada sebagai catatan penting untuk melakukan evaluasi dan berkompetisi dalam pemilu 2014 mendatang. (MI/Wrt3)

 

Sumber: http://www.metrotvnews.com/read/news/2012/10/15/110078/PKS-Penurunan-Elektabilitas-Parpol-Islam-Wajar/1








Ikuti

Get every new post delivered to your Inbox.